DETAIL ARTIKEL

MENELUSURI JALUR PERDAGANGAN KUNO MINANGKABAU
Jalur Sungai Kampar Batang Maek dan Batangkapur

MENELUSURI JALUR PERDAGANGAN KUNO MINANGKABAU

admin 1 year ago Sejarah

            Secara geografis memang pantai timur pulau sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Daerah pantai sumatera timur ini pulalah yang dahulu didatangi oleh nenek moyang orang minangkabau yang berlayar sampai ke daerah maek di kabupaten lima puluh kota sebelah utara. Pedagang-pedagang islam yang mula-mula ke minangkabau juga melalui daerah ini, sehingga perdagangan diwaktu periode minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali, bukan itu saja, islam pertama pun masuk dari sini, baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari arab sendiri, maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari persia, hindustan, cina, india dan lain-lain. Jadi, jalur sungai kampar, batang maek, batang kapur itu pada masa pra sejarah merupakan jalur lalu lintas utama untuk menuju pedalaman minangkabau yang kaya akan emas, pala dan komoditi lainnya.

Batang Maek, foto dari Jembatan Batang Maek. Sumber: dokumentasi https://ranahpusako.com

Batang Maek dari Jembatan Batang Maek. Sumber : dokumentasi ranahpusako.com

               Pada permulaan abad masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan nusantara. Setelah mereka menempati kepulauan nusantara dan hidup secara terpisah, akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa minangkabau, jawa, bugis, madura, sunda, bali dan lain-lain.

             Pada zaman purbakala, di asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara barat dan timur, yaitu melalui darat dan laut, jalan yang melalui darat disebut jalan sutera, mulai dari daratan cina melalui asia tengah sampai ke laut tengah. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum masehi. Waktu dimulainya perpindahan bangsa melayu muda ke arah selatan. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara cina dengan benua eropah atau romawi diwaktu itu dibawah raja iskandar zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti india, persia dan lain-lain.

               Perhubungan laut ialah dari cina dan nusantara melalui selat malaka terus ke teluk persia dan laut tengah. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama masehi, karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Sejak waktu itulah daerah-daerah di pantai timur sumatera dan pantai utara jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan arab, india dan cina. Keadaan ini memungkinkan pedagang-pedagang indonesia, termasuk di dalamnya pedagang-pedagang minangkabau ikut aktif berdagang.

            Dengan aktifnya pedagang-pedagang minangkabau dalam perdagangan dengan india, maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh hindu ke minangkabau melalui daerah pantai timur pulau sumatera. Dalam abad kedua setelah nusantara mempunyai perhubungan dengan india dan selama enam abad berturut-turut pengaruh hindu di nusantara besar sekali.


Artikel ini telah dibaca sebanyak 1485 kali

Arkeologi Budaya sumatera


MENELUSURI JALUR PERDAGANGAN KUNO KE PEDALAMAN MINANGKABAU


(3) Comments

Riki Apriyantomi
Riki Apriyantomi 2025-07-10 05:17:27
Kalau bisa diperkaya bukti-bukti sejarahnya
Riki Apriyantomi
Riki Apriyantomi 2025-07-10 05:19:40
dulu juga pernah denger, dijalur itu banyak bekas bangunan tua
komentar
Riki1 2025-07-10 05:32:22
betul, kabarnya disana banyak bekas reruntuhan bangunan2 tua

TAGS


Abad ke 1 M Abad ke 17 M Abad ke 18 M Abad ke 19 M Abad ke 2 M Abad ke 20 M Adat istiadat Adat istiadat minang Alek nagari Arkeologi Asal usul bangsa minangkabau Asal usul minang Asal Usul Minangkabau Asal usul orang minang Asal usul suku minang Bahasa daerah Balai Budaya Minang Budaya Minangkabau Budaya sumatera buku budaya Sumatra Diaspora Minangkabau emas Minangkabau Etnografi Minangkabau Fort De Kock Fort van der Capellen Geografis Ikatan Keluarga Minang jalur perdagangan Sumatra Kearifan lokal Kedaulatan Minangkabau Kekerabatan Kuliner minang Kuliner tradisional minang Luak bungsu Luak nan tangah Luak nan tuo Makanan Khas Minang Makanan Tradisional Minang Marawa Masjid Masjid bersejarah Masjid tua Masyarakat Minangkabau Matrilineal Menhir Minangkabau Minangkabau dan VOC Minangkabau International Network Minangkabau prakemerdekaan Minangkabau zaman kolonial Nagari Adat Nagari Minangkabau Organisasi Minang Pahlawan Nasional Panghulu Minangkabau Pembagian suku Pemerintahan Penghulu Peran Minangkabau perdagangan Nusantara Perjuangan Kemerdekaan Pituah Pusako Tinggi rantau Minangkabau Rendang resensi buku budaya Resensi Buku Sejarah Rumah adat minang Rumah Makan Padang Sejarah Indonesia Sejarah minangkabau Sejarah Pagaruyung Sejarah penyebaran islam sejarah perdagangan Indonesia Sejarah Sumatra Simbol Minangkabau Sistem Matrilineal Soko dan Pusako Sosial Suku di minang Surau Tanah Perantauan Tanah pusako Tokoh minang tokoh minang kabau Tokoh Minangkabau Tradisi Minangkabau Ulama minang warisan budaya Warisan Minangkabau Wisata budaya Minangkabau Wisata Sejarah Minangkabau Zaman Prasejarah